Daftar Tag cyber

AI Bisa “Membaca” Sidik Jari dari Foto, Benarkah Berbahaya?
AI Bisa “Membaca” Sidik Jari dari Foto, Benarkah Berbahaya?
Jemi Andartanto / 25 Mei 2026 / 97x

Teknologi AI kini disebut mampu membaca detail sidik jari dari foto selfie beresolusi tinggi, terutama saat pose tangan terlihat jelas seperti pose “peace”. Risiko ini dapat memicu penyalahgunaan data biometrik, mulai dari pembobolan perangkat hingga penipuan identitas. Karena sidik jari bersifat permanen dan tidak bisa diganti, masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat mengunggah foto di media sosial demi menjaga keamanan data pribadi.

Waspada Nomor Seluler Hangus, Bisa Disalahgunakan untuk Penipuan
Waspada Nomor Seluler Hangus, Bisa Disalahgunakan untuk Penipuan
Jemi Andartanto / 22 Mei 2026 / 55x

Nomor seluler yang hangus dapat didaur ulang dan digunakan orang lain. Jika nomor lama masih terhubung dengan akun penting seperti email, media sosial, atau mobile banking, risiko penyalahgunaan data dan penipuan online dapat terjadi. Masyarakat diimbau rutin mengecek masa aktif nomor, memperbarui nomor pada akun penting, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) untuk meningkatkan keamanan akun digital.

Anak Bisa Terpapar Konten Berbahaya Tanpa Sengaja di Ruang Digital
Anak Bisa Terpapar Konten Berbahaya Tanpa Sengaja di Ruang Digital
Jemi Andartanto / 18 Mei 2026 / 48x

Anak di era digital berpotensi terpapar konten berbahaya tanpa sengaja saat scrolling media sosial, menonton video, bermain game, hingga belajar online. Risiko ini mencakup pornografi, kekerasan, hoaks, penipuan, hingga konten eksploitasi, yang diperparah oleh algoritma dan AI. Tanpa pendampingan, anak bisa salah memahami dan meniru konten digital. Karena itu, diperlukan edukasi, pengawasan orang tua, serta dukungan regulasi seperti PP TUNAS untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Statistik Serangan Siber di Indonesia: Ancaman Digital Makin Nyata
Statistik Serangan Siber di Indonesia: Ancaman Digital Makin Nyata
Jemi Andartanto / 12 Mei 2026 / 530x

Serangan siber terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital masyarakat. Ancaman phishing, kebocoran data, malware,dan penipuan online kini tidak hanya menyasar perusahaan, tapi juga masyarakat umum. Rendahnya literasi digital jadi salah satu alasan meningkatnya risiko kejahatan siber. Karena itu, kesadaran akan pentingnya keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta penggunaan internet secara bijak menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman di era digital saat ini

PP TUNAS: Lindungi Anak dari Celah Radikalisasi Digital
PP TUNAS: Lindungi Anak dari Celah Radikalisasi Digital
Jemi Andartanto / 04 Mei 2026 / 59x

PP TUNAS merupakan kebijakan pemerintah untuk melindungi anak dari ancaman di ruang digital, termasuk potensi radikalisasi melalui interaksi dengan orang tak dikenal di internet. Dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Kementerian Komdigi, kebijakan ini memperkuat pembatasan interaksi berisiko, pengawasan platform digital, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Tujuannya agar anak dapat beraktivitas di dunia maya dengan lebih aman dan terlindungi.

Waspada Joki Pinjol Ilegal: Solusi Instan yang Berujung Ancaman Serius
Waspada Joki Pinjol Ilegal: Solusi Instan yang Berujung Ancaman Serius
Jemi Andartanto / 27 April 2026 / 1055x

Maraknya jasa joki pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi ancaman serius di era digital karena menawarkan solusi instan yang justru berujung penipuan. Modusnya biasanya meminta uang muka atau deposit dengan dalih membantu pelunasan utang, namun setelah itu pelaku menghilang dan data pribadi korban tetap berisiko disalahgunakan. Tidak ada jaminan keamanan data seperti KTP yang diserahkan, bahkan bisa digunakan untuk pinjaman baru tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selain merugikan secara finansial