Tips Ampuh Menjaga Baterai Smartphone Tetap Sehat dan Awet di Tahun 2025




Pojok IT - Meski teknologi smartphone makin canggih di tahun 2025, masalah baterai boros atau cepat rusak tetap menghantui banyak pengguna. Salah satu Penyebab utamanya adalah Kebiasaan mengecas yang salah dan kurang peduli pada fitur pintar yang sudah disediakan pabrikan.

Padahal, menjaga kesehatan baterai bukan hal sulit. Dengan beberapa langkah sederhana, umur baterai bisa lebih panjang dan performa smartphone tetap maksimal.

Berikut adalah tips penting agar baterai ponsel kamu tetap awet dan nggak cepat drop:

1. Jangan Cas Sampai 100 Persen

Mengecas baterai hingga penuh setiap hari justru bisa mempercepat degradasi baterai. Idealnya, jaga daya di angka 20–80 persen saja. Aktifkan fitur seperti Battery Limit Mode atau Smart Charging yang kini tersedia di banyak ponsel terbaru.

2. Hindari Baterai Kosong Total (0 Persen)

Menunggu baterai benar-benar habis sebelum dicas bisa merusak siklus daya dan mempercepat kerusakan kimia dalam baterai. Sebaiknya, mulai isi ulang saat daya di angka 20–30 persen.

3. Stop Ngecas Semalaman!

Meskipun banyak ponsel sudah dilengkapi fitur auto cut-off, kebiasaan mengecas semalaman tetap berisiko meningkatkan suhu dan mempercepat kerusakan baterai. Gunakan smart plug timer atau isi daya di waktu yang bisa kamu pantau langsung.

4. Wajib Pakai Charger Asli dan Bersertifikat

Jangan tergiur charger murah! Gunakan charger asli atau bersertifikasi USB PD / GaN. Salah pilih charger bisa bikin proses pengisian tidak stabil dan berpotensi merusak baterai serta komponen lain.

5. Perhatikan Suhu Saat Ngecas

Baterai sangat sensitif terhadap suhu ekstrem. Hindari mengecas di tempat panas seperti dalam mobil tertutup atau di bawah sinar matahari langsung. Suhu ideal saat pengisian adalah 20–25 derajat Celsius.

6. Hindari Menggunakan Ponsel Saat Mengisi Daya

Mengoperasikan ponsel saat sedang diisi membuat perangkat menghasilkan panas berlebih. Panas adalah musuh utama umur baterai karena mempercepat reaksi kimia di dalamnya dan mempercepat degradasi.
Jika memungkinkan, biarkan ponsel terisi tanpa aktivitas berat. Bila harus digunakan, pilih aktivitas ringan seperti membaca atau mengirim pesan, bukan bermain game atau menonton video. Selain lebih ramah pada baterai, ponsel juga akan terisi lebih cepat.

7. Selalu Perbarui Perangkat Lunak

Pembaruan sistem biasanya membawa perbaikan terkait efisiensi daya. Sistem operasi terbaru umumnya memiliki manajemen energi lebih pintar serta perbaikan bug yang bisa mengurangi pemborosan baterai.
Segera lakukan update jika tersedia. Dengan begitu, ponsel dapat mengatur proses latar belakang, sinkronisasi cloud, hingga kinerja prosesor secara lebih efisien sehingga baterai tidak cepat habis.

8. Pahami Siklus Pengisian Baterai

Bayangkan baterai seperti memiliki sejumlah “nyawa”. Satu siklus penuh berarti ketika Anda menggunakan 100 persen kapasitas baterai, entah sekaligus atau bertahap. Misalnya, memakai 50 persen hari ini dan 50 persen esok hari tetap dihitung satu siklus.

Menurut Mark Patrick, Direktur Konten Teknis di Mouser Electronics, jika ponsel diisi ulang setiap hari, baterai bisa mulai melemah hanya dalam waktu sekitar 500 hari—kurang dari dua tahun. Itulah sebabnya banyak orang merasa baterai ponselnya cepat sekali “lelah”.

Dengan memahami konsep ini, lebih baik melakukan isi ulang singkat beberapa kali ketimbang menunggu baterai habis total lalu mengisi penuh.

9. Aktifkan Fitur Battery Health dan Power Saver

Smartphone 2025 sudah banyak yang dilengkapi dengan AI Battery Management. Fitur seperti Adaptive ChargingBattery Saver, atau Power Management akan menyesuaikan pengisian dengan pola penggunaanmu. Aktifkan fitur ini agar performa baterai lebih stabil dalam jangka panjang.

Baterai adalah jantung dari smartphone. Merawat baterai tidaklah rumit. Kuncinya ada pada pengisian yang tepat, menjaga suhu perangkat, memanfaatkan fitur hemat daya, serta rutin memperbarui perangkat lunak. Dengan kebiasaan yang benar, Anda bisa memperpanjang usia baterai dan membuat ponsel bertahan lebih lama tanpa harus buru-buru mengganti perangkat baru. .

Sumber: JawaPos.com, Times Indonesia