Apakah Password Benar-benar Akan Punah di 2026?
Sejak puluhan tahun lalu, password menjadi garda terdepan keamanan digital. Namun memasuki 2026, banyak yang bertanya: apakah password masih relevan, atau justru akan ditinggalkan sepenuhnya? Dengan maraknya kebocoran data, phishing berbasis AI, dan teknologi autentikasi baru, masa depan password memang sedang diuji.
🔎 Mengapa Password Dianggap Mulai Usang?
Ada beberapa alasan kuat mengapa password semakin ditinggalkan:
- Sidik jari
- Face recognition
- Iris scan
- Login menggunakan perangkat terpercaya
- Tidak ada password yang diketik atau disimpan di server
- Didukung Google, Apple, Microsoft
- Kombinasi biometrik, device, dan lokasi
- Password masih ada, tapi bukan satu-satunya kunci
- Pola mengetik
- Cara memegang perangkat
- Lokasi dan kebiasaan penggunaan
- Password tidak lagi menjadi pusat keamanan
- Akan semakin jarang digunakan sendirian
- Banyak sistem baru tidak lagi mengandalkan password
- Platform besar → passwordless by default
- Sistem lama → password + MFA
- UMKM & pengguna umum → transisi bertahap
- Sistem legacy yang sulit migrasi
- Ketergantungan pada perangkat (HP hilang = masalah baru)
- Isu privasi biometrik
- Literasi digital yang belum merata
- Gunakan password manager
- Aktifkan MFA / passkey jika tersedia
- Hindari reuse password
- Mulai uji passwordless authentication
- Edukasi pengguna & karyawan
- Fokus pada identity-based security
- FIDO Alliance – Perkembangan standar passkey dan autentikasi tanpa password
- Google Security Blog – Implementasi passkeys dan keamanan akun modern
- Microsoft Security – Strategi passwordless sign-in dan Zero Trust
- Apple Platform Security – Penggunaan passkeys dan biometrik di ekosistem Apple
- ENISA (European Union Agency for Cybersecurity) – Tren ancaman siber dan autentikasi modern
- NIST (National Institute of Standards and Technology) – Pedoman autentikasi digital dan MFA