Serangan Keamanan pada Zoom dan GitLab: Ancaman, Dampak, dan Pencegahannya




Dalam beberapa pekan terakhir, para tim keamanan siber di seluruh dunia kembali menyoroti kerentanan serius yang ditemukan pada dua platform populer: Zoom dan GitLab. Temuan ini menunjukkan bagaimana celah teknik yang tampak kecil bisa menjadi gerbang utama bagi penyerang untuk mengambil alih sistem atau mengganggu layanan.

1. Celah Kritis pada Zoom Node Multimedia Routers

Zoom mengeluarkan pembaruan keamanan untuk menutup sebuah celah yang sangat serius pada komponen Zoom Node Multimedia Routers (MMRs), yang digunakan dalam lingkungan konferensi video hybrid atau meeting connector.

Celah ini teridentifikasi sebagai CVE-2026-22844 dan diklasifikasikan sebagai Critical dengan skor CVSS 9.9/10 — salah satu skor tertinggi dalam keamanan perangkat lunak.

Bagaimana serangannya bekerja?

  • Celah ini berupa command injection, di mana input yang tidak tervalidasi membuat sistem mengeksekusi perintah yang dimasukkan penyerang.
  • Seorang peserta dalam pertemuan Zoom yang memiliki akses jaringan — tanpa perlu klik atau interaksi khusus — bisa memanfaatkan celah ini untuk mengeksekusi kode berbahaya di server MMR.
Kenapa ini berbahaya?
Setelah mengeksekusi kode, penyerang berpotensi:

  • Mengintersepsi data peserta lain
  • Mengambil alih server MMR
  • Mengganggu atau mematikan layanan konferensi
  • Membuka jalur ke jaringan internal lainnya jika MMR terhubung langsung dengan infrastruktur perusahaan
Contoh kasus serupa:

Serangan Remote Code Execution (RCE) telah dimanfaatkan pada sistem lain seperti CISA menyoroti pemanfaatan RCE di VMware vCenter, di mana penyerang mampu masuk secara remote dan mengeksekusi kode berbahaya yang menyebabkan gangguan layanan besar.

2. GitLab: Risiko DoS dan Bypass Autentikasi 2FA

GitLab juga merilis pembaruan untuk memperbaiki beberapa kerentanan kategori tinggi yang mempengaruhi kedua edisi GitLab: CE (Community Edition) dan EE (Enterprise Edition).

Beberapa CVE penting antara lain:

  • CVE-2025-13927 – memungkinkan denial of service (DoS) melalui permintaan berbahaya.
  • CVE-2025-13928 – kesalahan otorisasi API Releases juga bisa menyebabkan DoS.
  • CVE-2026-0723 – memungkinkan bypass dua faktor (2FA) jika penyerang tahu Credential ID korban.
Apa dampaknya?

  • Penyerang tanpa perlu autentikasi penuh bisa membuat server GitLab tidak responsif atau crash.
  • Bypass 2FA berarti akun yang seharusnya terlindungi dengan baik bisa diakses hanya dengan mengetahui ID dan memalsukan respon autentikasi.
Contoh hipotetis kasus GitLab:

Bayangkan sebuah tim DevOps yang menggunakan GitLab untuk CI/CD — jika celah DoS berhasil dieksploitasi, seluruh pipeline pengembangan bisa terhenti, menyebabkan kerugian produktivitas yang signifikan.

Untuk celah bypass 2FA, jika seorang penyerang sudah memiliki kredensial dasar (misalnya dari serangan phishing sebelumnya) dan mengetahui Credential ID, akun pengguna tersebut bisa langsung diakses tanpa perlu kode 2FA.

3. Perbandingan Risiko dan Skala Ancaman

PlatformJenis KerentananDampak Utama
Zoom MMRCommand Injection (RCE)Remote Code Execution, Kompromi server
GitLabDoS & 2FA BypassLayanan Down, Akun Diambil Alih

Celah Zoom cenderung lebih membahayakan secara langsung karena memengaruhi infrastruktur backbone konferensi, sedangkan GitLab lebih berisiko bagi produksi dan autentikasi pada sistem pengembangan perangkat lunak.

4. Rekomendasi Praktis Mitigasi
Untuk mengurangi paparan risiko tersebut, langkah yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  1. Segera perbarui aplikasi Zoom ke versi terbaru, khususnya modul MMR ≥ 5.2.1716.0.
  2. Instal patch GitLab terbaru, baik CE maupun EE sesuai rilis terbaru vendor.
  3. Verifikasi konfigurasi keamanan pada server dan firewall.
  4. Gunakan multi-factor authentication yang benar-benar aman dan lakukan rotasi kredensial secara berkala.
  5. Monitoring dan audit log secara rutin untuk mendeteksi pola tak biasa atau akses yang mencurigakan.

Celah keamanan seperti ini menunjukkan bahwa ancaman siber bukan sekadar teori: serangan yang memanfaatkan kerentanan teknologi bisa terjadi kapan saja. Ketika perusahaan dan individu terlambat memperbarui sistemnya, mereka berisiko menghadapi pengambilalihan sistem, gangguan layanan, bahkan pencurian data.

Artinya, patch management bukan lagi opsional — melainkan keharusan dalam strategi keamanan siber di era modern.

Sumber Referensi
  • National Vulnerability Database (NVD) – CVE Details (nvd.nist.gov)
  • Zoom Security Advisory & Release Notes
  • GitLab Security Releases (Official GitLab Documentation)
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) – Materi Edukasi Keamanan Siber
  • Artikel keamanan siber dari The Hacker News & sumber komunitas keamanan global