Daftar Artikel

Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Data untuk Kebijakan Ekonomi Indonesia yang Lebih Tepat Sasaran
Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Data untuk Kebijakan Ekonomi Indonesia yang Lebih Tepat Sasaran
Jemi Andartanto / 21 Mei 2026 / 23x

Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik merupakan pendataan nasional untuk seluruh pelaku usaha di Indonesia guna menyediakan data ekonomi yang akurat, inklusif, dan berkelanjutan. Hasil sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, mendukung pengembangan usaha, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

Pelayanan Adminduk Makin Dekat, Warga Kini Bisa Urus Dokumen Kependudukan di Kecamatan
Pelayanan Adminduk Makin Dekat, Warga Kini Bisa Urus Dokumen Kependudukan di Kecamatan
Jemi Andartanto / 20 Mei 2026 / 15x

Mulai 1 Juni 2026, masyarakat Kabupaten Kubu Raya dapat mengurus sejumlah layanan administrasi kependudukan di 9 kecamatan, seperti perekaman dan cetak KTP-el, pelayanan KK, pindah domisili, KIA, akta kelahiran, akta kematian, hingga aktivasi IKD. Kebijakan ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan adminduk secara lebih cepat, mudah, dan dekat tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil Kabupaten Kubu Raya.

Struktur Penduduk Indonesia Didominasi Generasi Muda Berdasarkan Data SUPAS 2025
Struktur Penduduk Indonesia Didominasi Generasi Muda Berdasarkan Data SUPAS 2025
Jemi Andartanto / 19 Mei 2026 / 64x

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 oleh BPS, struktur penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z sebesar 24,93 persen dan Milenial sebesar 24,34 persen. Jika digabungkan, keduanya mencapai 49,27 persen dari total populasi. Kondisi ini menunjukkan Indonesia berada dalam fase bonus demografi, di mana penduduk usia produktif mendominasi dan menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi serta pembangunan nasional.

Anak Bisa Terpapar Konten Berbahaya Tanpa Sengaja di Ruang Digital
Anak Bisa Terpapar Konten Berbahaya Tanpa Sengaja di Ruang Digital
Jemi Andartanto / 18 Mei 2026 / 27x

Anak di era digital berpotensi terpapar konten berbahaya tanpa sengaja saat scrolling media sosial, menonton video, bermain game, hingga belajar online. Risiko ini mencakup pornografi, kekerasan, hoaks, penipuan, hingga konten eksploitasi, yang diperparah oleh algoritma dan AI. Tanpa pendampingan, anak bisa salah memahami dan meniru konten digital. Karena itu, diperlukan edukasi, pengawasan orang tua, serta dukungan regulasi seperti PP TUNAS untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak di Era Digital
Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak di Era Digital
Jemi Andartanto / 13 Mei 2026 / 87x

peran penting Pesantren sebagai benteng perlindungan anak di era digital melalui pendidikan karakter, penguatan nilai agama, serta literasi digital yang sehat. Selain membentuk akhlak dan kedisiplinan, pesantren juga membantu santri memahami etika bermedia sosial, bahaya cyberbullying, hoaks, dan pentingnya keamanan data pribadi. Dengan pengawasan yang terarah serta pemanfaatan teknologi secara positif, pesantren mampu menciptakan generasi yang cerdas secara digital sekaligus kuat secara moral

Statistik Serangan Siber di Indonesia: Ancaman Digital Makin Nyata
Statistik Serangan Siber di Indonesia: Ancaman Digital Makin Nyata
Jemi Andartanto / 12 Mei 2026 / 272x

Serangan siber terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital masyarakat. Ancaman phishing, kebocoran data, malware,dan penipuan online kini tidak hanya menyasar perusahaan, tapi juga masyarakat umum. Rendahnya literasi digital jadi salah satu alasan meningkatnya risiko kejahatan siber. Karena itu, kesadaran akan pentingnya keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta penggunaan internet secara bijak menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman di era digital saat ini

Tanda Tangan Elektronik: Solusi Praktis di Era Digital
Tanda Tangan Elektronik: Solusi Praktis di Era Digital
Jemi Andartanto / 11 Mei 2026 / 2200x

Tanda Tangan Elektronik (TTE) menjadi solusi modern dalam mendukung transformasi digital di era pemerintahan berbasis elektronik. Selain mempercepat proses administrasi dan pelayanan publik, TTE juga membantu efisiensi kerja melalui sistem yang aman dan terverifikasi. Dengan dukungan sertifikat elektronik dan validasi digital, penggunaan TTE diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, keamanan dokumen, serta kualitas layanan di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

TikTok Wujudkan Kepatuhan PP TUNAS Melalui Penonaktifan Akun Anak di Bawah Umur
TikTok Wujudkan Kepatuhan PP TUNAS Melalui Penonaktifan Akun Anak di Bawah Umur
Jemi Andartanto / 07 Mei 2026 / 84x

TikTok menjadi platform media sosial pertama yang menunjukkan aksi nyata kepatuhan terhadap PP TUNAS dengan menonaktifkan 1,7 juta akun anak di bawah usia 16 tahun per 28 April 2026. Langkah ini dilaporkan secara terbuka kepada Kementerian Komdigi sebagai bentuk transparansi dan komitmen menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan ramah anak di Indonesia.