Daftar Tag literasi

Candaan di Dunia Nyata dan Digital Bisa Berujung Masalah Hukum, Benarkah?
Candaan di Dunia Nyata dan Digital Bisa Berujung Masalah Hukum, Benarkah?
Jemi Andartanto / 05 Juni 2026 / 16x

Candaan yang mengejek fisik atau warna kulit sering dianggap sepele, padahal dapat menyinggung martabat dan perasaan seseorang. Dalam kondisi tertentu, tindakan seperti body shaming, penghinaan, atau ejekan bernada diskriminatif berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam berkomunikasi dan menghormati orang lain agar tidak menimbulkan konflik maupun masalah hukum.

Waspada! Ancaman Radikalisasi Anak di Dunia Digital, Orang Tua Perlu Tahu
Waspada! Ancaman Radikalisasi Anak di Dunia Digital, Orang Tua Perlu Tahu
Jemi Andartanto / 03 Juni 2026 / 32x

Kasus terungkapnya ratusan anak yang diduga terpapar paham radikal melalui media digital menjadi peringatan bagi para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak saat berinternet. Pelaku umumnya memanfaatkan game online, media sosial, dan grup percakapan tertutup untuk membangun kedekatan sebelum menyebarkan ideologi berbahaya. Karena itu, komunikasi yang baik, pengawasan yang bijak, dan literasi digital menjadi kunci dalam melindungi anak dari pengaruh negatif di dunia maya.

Pemerintah Uji Coba CNG sebagai Alternatif LPG 3 Kg
Pemerintah Uji Coba CNG sebagai Alternatif LPG 3 Kg
Jemi Andartanto / 26 Mei 2026 / 198x

Pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang menguji coba penggunaan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif LPG 3 kg guna mengurangi ketergantungan impor LPG yang membebani subsidi negara. CNG dinilai berpotensi lebih murah dan memanfaatkan gas alam dalam negeri. Namun hingga saat ini program tersebut masih tahap kajian dan uji coba, termasuk persiapan tabung, distribusi, serta standar keamanan sebelum dapat diterapkan secara luas kepada masyarakat.

Anak Bisa Terpapar Konten Berbahaya Tanpa Sengaja di Ruang Digital
Anak Bisa Terpapar Konten Berbahaya Tanpa Sengaja di Ruang Digital
Jemi Andartanto / 18 Mei 2026 / 85x

Anak di era digital berpotensi terpapar konten berbahaya tanpa sengaja saat scrolling media sosial, menonton video, bermain game, hingga belajar online. Risiko ini mencakup pornografi, kekerasan, hoaks, penipuan, hingga konten eksploitasi, yang diperparah oleh algoritma dan AI. Tanpa pendampingan, anak bisa salah memahami dan meniru konten digital. Karena itu, diperlukan edukasi, pengawasan orang tua, serta dukungan regulasi seperti PP TUNAS untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak di Era Digital
Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak di Era Digital
Jemi Andartanto / 13 Mei 2026 / 173x

peran penting Pesantren sebagai benteng perlindungan anak di era digital melalui pendidikan karakter, penguatan nilai agama, serta literasi digital yang sehat. Selain membentuk akhlak dan kedisiplinan, pesantren juga membantu santri memahami etika bermedia sosial, bahaya cyberbullying, hoaks, dan pentingnya keamanan data pribadi. Dengan pengawasan yang terarah serta pemanfaatan teknologi secara positif, pesantren mampu menciptakan generasi yang cerdas secara digital sekaligus kuat secara moral

Statistik Serangan Siber di Indonesia: Ancaman Digital Makin Nyata
Statistik Serangan Siber di Indonesia: Ancaman Digital Makin Nyata
Jemi Andartanto / 12 Mei 2026 / 763x

Serangan siber terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital masyarakat. Ancaman phishing, kebocoran data, malware,dan penipuan online kini tidak hanya menyasar perusahaan, tapi juga masyarakat umum. Rendahnya literasi digital jadi salah satu alasan meningkatnya risiko kejahatan siber. Karena itu, kesadaran akan pentingnya keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta penggunaan internet secara bijak menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman di era digital saat ini